Karena satu sahabatku berharga jauh lebih mahal dari Yamaha Fiat milik Valentino Rossi
Tak dapat disandingkan dengan Ferari kelas satu didunia
Bahkan bila Hollywood dijual, hasilnya tetap tak akan mampu membeli sahabatku
Sahabat itu seperti c-i-n-t-a
Bukan pandangan yang memilih
Melainkan kalbu yang menentukan
Pancaran telaga teduhnya menguatkan disaat aku rapuh
Letupan-letupan semangat dan nasihat mengelun merdu dari bibirnya
Ukiran senyumnya adalah pahatan semangat untukku
Pundaknya siap menjadi tumpuan bila suatu saat nanti aku tak mampu lagi berdiri tegak
Lengan mungilnya menarikku saat aku terjun ke jurang kesalahan, merengkuhku saat aku takut membuka mata
Sungguh, aku tak mampu menahan kristal-kristal bening yang mengalir dari kedua bola mataku
Mereka membelaku, saat aku diperlakukan tak pantas
Sahabat, tanpa kalian sadari
Torehan-torehan pembelaan itu –baik dari segi apapun- membuatku tahu
Aku tak akan pernah sendiri menghadapi semua masalah yang kelak menderaku
Lembaran-lembaran memori masa lalu berlarian dianganku
Berdesing cepat seperti roll film
Terpatri jelas dipikiranku
Dulu, mereka bukanlah orang yang menaruh hatinya padaku
Aku menyadari, karena aku bukanlah sosok yang patut dihormati
Cara bicaraku yang ceplas-ceplos, sifatku yang mudah marah serta egois, galak, dan masih banyak sifat-sifat tak baikku
Tapi, seiring berjalannya waktu
Bulan-bulan yang kami lalui bersama
Membuat semuanya berubah
Keengganan itu sedikit demi sedikit memudar, dan luntur dengan sendirinya
Setelah kami saling mempelajari pribadi masing-masing
Perbedaan itu indah
Selama kita mampu memaknai dan mencintai jauh lebih dalam dan lebih luas
Perbedaan jugalah yang menciptakan sebuah persahabatan yang berirama bak melodi yang tersusun rapi, indah, dinamis, dan memukau
Subhanallah
Betapa Allah sangat mengasihiku
Memberiku sahabat-sahabat yang tak ternilai harganya
Kalian akan selalu ada di singgasana hatiku, my beloved friends…
-key-

0 komentar: