I'm not another

Foto saya
Putri pertama dari orang tua yang luar biasa, kakak dari adik lelaki yang amazing, sahabat dari orang-orang pilihan. Mencoba melukiskan isi hati dan pikiran dalam sebuah sapuan kuas penuh warna.

  • waktu

    Lagi cerita cerita sama dia -yang melindungiku dengan caranya-
    Dan mendadak suatu pemikiran muncul di otakku

    Cerita dimulai ketika dia pulang dan bercerita tentang wanita wanita disekelilingnya
    Wanita wanita yang tidak jelas status hubungannya dengan dia, bahasa kerennya si HTS

    ada si A, yang mendadak meng open hati lagi untuk dia
    Si A mendekati dia lagi, mengakrabkan hubungan mereka kembali
    sebagai catatan A ini adalah mantan pacar dia dan posisinya sedang punya pacar
    Menurut dia, itu sih rezeky yaa, dan dia sebagai cowok gak mau menyia2kan kesempatan
    entah siapa yang bego dalam kasus ini
    si A yg jelas2 disakiti oleh dia, atau dia yang sok2 main api

    lalu ada si B, yang entah ada hubungan apa dengan dia
    dekat, ya hanya sekedar dekat, jalan berdua, bbman, dan sejenis aktivitas HTS an lain
    Dasarnya si dia yang perhatian, mungkin membuat si B nyaman dan berharap lebih
    Kata dia, we're friend, dan gak tau seperti apa kedepannya, intinya dia blm tau si B ini mau dijadikan pacar atau nggak

    daaaan masih banyak sederet wanita wanita lain disekeliling dia

    mendadak dia bilang
    ngapain sih pacaran? Bikin males, repot. Ngurusin diri sendiri aja enak, ngapain pake ngurusin anak orang segala?

    Aku sih ketawa aja yaa, maklum dia masih labil
    cuma aku mendadak keinget quote menarik di salah satu novel yang (lagi2) ttg bad boy
    bahwa sebrengsek2nya seorang cowok, dia pasti punya 1 cewek yg dia cinta sepenuh hati
    yang bakal dia kejar sepenuh hati, yang ingin dia jadikan istri

    Well, dia mungkin belum sampai pada tahap itu
    atau mungkin blm ada wanita seperti itu yang buat dia ngeh

    Tapi aku yakin, nanti saat itu akan datang

    akan ada suatu waktu dimana dia akan bertemu dengan wanita itu
    akan ada suatu waktu dimana dia akan mencintai wanita itu dgn sepebuh hatinya
    akan ada suatu waktu dimana dia akan mengejar wanita itu untuk mendampingi hidupnya

    Dan akan ada suatu waktu dimana dia akan menghadap ayah, ibu, dan aku
    kemudian berkata, dengan suara bergetar namun penuh keyakinan
    Pinangkan wanita itu untukku Ayah, dan izinkan dia untuk menjadi istriku

0 komentar:

Posting Komentar