aku mencintaimu tanpa pamrih
tak memandang ini dan itu
aku mencintaimu sungguh tulus
terlahir begitu saja, bukan skenario
mungkin benar kalau cinta itu tanpa mata
aku mengagumi saat aku pertama kali melihatmu
mengagumi semua hal yang ada di dirimu
matamu, senyummu, permainan bassmu
semua yang ada di dirimu menyihirku
mempesona
mungkin benar kalau cinta itu tanpa mata
aku mencintaimu tanpa memandang statusmu
aku memilih untuk tetap berjalan meskipun tahu dia ada dibelakangmu
aku membiarkamu masuk ke dalam hatiku
sungguh, aku mencintaimu tanpa syarat
mungkin benar kalau cinta itu tanpa mata
aku masih saja membelamu ketika kamu mendadak pergi
menjauh dan perlahan menghilang
tapi aku memilih untuk tetap mencintaimu
aku masih untukmu, saat kamu merenggut kebahagianku yang hanya sekejab
seperti bermain trampolin rusak
saat itu juga kamu membuatku melayang ke atas
tapi saat itu juga kamu membiarkanku terhempas ke bumi, sakit
entah dimana akal sehatku
aku masih saja mencintaimu
mungkin benar kalau cinta itu tanpa mata
entah apa yang merasuki otakku
saat aku meminta teman temanku agar tidak membencimu
Memintanya dengan setulus hatiku
memintanya karena aku menyayangimu
mungkin benar kalau cinta itu tanpa mata
aku biarkan diriku menyerah berkali kali pada air mata
sakit rasanya saat aku harus mengenang semua hal tentangmu
tentang kita
tentang dua orang yang berusaha untuk meraih tapi tak bisa bergandengan
aku masih menyayangimu setelah semua luka dan kesakitan ini
luka yang kamu torehkan
(Untuk salah satu kesayanganku yang lagi galau, semoga otak dan hatinya cepet balik yaa)

0 komentar: