
Fiuuh, tangan saya masih bau bawang sepertinya saat menulis di blog ini. Maklum saya baru selesei masak bareng ayah-bunda, saking senengnya (meski tangan masih bau bawang, badan bau merica) saya langsung ngepost kegiatan saya hari ini.
Kenapa sih saya segitu senengnya? soalnya momen kebersamaan ini (walaupun tanpa adik saya) sangat sulit didapat. Setelah saya kuliah di kota pelajar, adik saya juga menyusul melanjutkan SMA nya di kota lain, praktis rumah hanya diisi oleh ayah, ibu dan mbak yang bantu2. Dengan kesibukan ibu, ayahlah yang paling sering mengisi rumah (maklum PNS). so, saya rela menolak ajakan buka bersama teman-teman, demi memasak bareng ibu dan menikmati hidangan spesial itu.
Sesepesial apa sih hidangan yang membuat saya hepi itu? sebenarnya makanan yang sangat biasa, umum, dan hampir selalu tersaji di setiap warung-warung masakan. sop bakso jamur dan tempe goreng adalah menu berbuka saya nanti. sangat biasa memang, namun bagi saya enaaaaak sekali dan luaaaar biaasa karena ibu yang memasak, maklum ibu saya jaraaaaang sekali masak, disamping tidak jago masak, ibu juga lumayan banyak kegiatan. Sebenarnya kalau ibu saya masak, menunya hanya itu2 saja. sop bakso jamur, tempe goreng, sambel tempe, nasi goreng. tapi, saya tetap semangat menanti masakan ibu, menunggu waktu senggang ibu agar bisa memasak bersama. :)
saya sampai lupa kapan terakhir kalinya ibu memasakan untuk saya, tapi no problemo, saya tidak pernah keberatan dengan itu. tapi dengan jarangnya ibu memasak, makanan buatan ibu selalu saja saya nantikan, setiap masakan ibu selalu ada nilai lebih dan tidak pernah 'biasa saja' ketika menyentuh lidah.

kata orang, masakan ibu itu numero uno, masakan ibu itu yang paling enak, masakan ibu penuh cinta, yang terbaik itu buatan ibu, dan lain sebagainya.
saya akan mengangkat semua jempol yang saya punya (atau kalau perlu saya pinjam jempol orang lain) untuk ambil suara setuju pada beberapa statement diatas.
'jadi, bersyukurlah kalian yang bisa merasakan masakan ibu setiap hari, makanlah dengan lahap, jangan banyak protes. karena saya saja yang hanya bisa merasakan masakan ibu sesekali sudah sangat bersyukur.'
-key-

0 komentar: