
rinduku sudah sampai di taraf tertinggi, stadium lanjut, tingkat termegah, atau mungkin malah melebihi ambang batas.
bahkan susah aku membedakan mana rindu, mana sayang, mana cemburu, entaaaahhh...
aku matii rasaaaa
rindu itu bercampur baur dalam ribuan emosi
kangen itu bergelung diam dalam ruang
rindu itu meringkuk malu diantara riuhnya rasa
kangen itu tersenyum samar diantara kekacauan
aku berbisik, merintih dalam kebisuan
izinkan air mata membersihkan bola mata ini Tuhan
biarkan air mata singgah dikedua belahan pipi ini Tuhan
relakan air mata melepas lelah sejenak di dagu ini Tuhan
dan izinkan air mata melembabkan apa saja yang dilewatinya Tuhan
-key-

0 komentar: