I'm not another

Foto saya
Putri pertama dari orang tua yang luar biasa, kakak dari adik lelaki yang amazing, sahabat dari orang-orang pilihan. Mencoba melukiskan isi hati dan pikiran dalam sebuah sapuan kuas penuh warna.

  • Aku tidak bilang pacaran jarak jauh itu mudah


    Dari judulnya, pasti tertebak apa yang aku postkan kali ini. Yup, that's abaut my relationship. Seperti postingku sebelumnya, aku memang menjalani LDR -pacaran jarak jauh- yang (alhamdulillah) masih bertahan sampai sekarang.

    Well, aku memulai tulisan ini dengan ungkapan kekesalan seseorang, yang namanya tidak kusebutkan (karena memang aku lupa, sueeerr!!), dia mengeluh tentang hubungan jarak jauhnya. jarang ketemu laah, ditinggal kuliah lah, ini lah, itu lah, dan keluhan-keluhan yang lain. perlu dicatat, mereka pacaran beda kota saja (misal semarang-solo, jogja-semarang, dan lain sebagainya).

    Okee, cukup cerita tentang keluhan itu, kita langsung menuju permasalahan. Aku menjalani hubungan jarak jauh yang berkali-kali-kali-kali lipat lebih sulit dibanding teman-teman yang sering mengeluhkan relationshipnya itu. Aku harus mempertahankan hubungan dengan dipisahkan lautan (bukan hanya jalan), aku dan dia berbeda pulau, berbeda waktu, ditambah kuliah dan kegiatan lain yang cukup menyita waktunya. Jangan tanya seberapa sering pertemuan kami! Jaraaaaaaaang sekaliii, enam bulan tepat aku baru bisa menatap wajahnya secara langsung. Bukankah kalian lebih beruntung??

    Aku tidak pernah bilang ini semua mudah, sangat tidak masuk akal apabila aku mengatakan "gampang". Mana mungkin aku bilang mudah ketika aku harus menahan gondok ditinggal tidur, ketika aku harus menunggu lama untuk balasan smsnya karena dia memang sibuk kuliah, ketika aku memandang iri pasangan lain, ketika aku hanya bisa menelan ludah melihat salah satu teman duduk manis di jok belakang motor seraya memegang mesra pinggang cowok didepannya.

    Aku tidak mengatakan hubungan ini menyenangkan. bertatap mukapun bagaikan dikejar waktu, apa mungkin bisa dikatakan menyenangkan? bahkan sudah tak terlalu kuingat bagaimana ekspresi wajahnya saat terakhir menatapku. apa mungkin aku berkata ini semua menyenangkan?

    Aku tidak berucap aku tidak kesepian. terkadang rsa itu hadir ketika aku sendirian, ketika aku tidak berada diantara teman-temanku. tak mungkin aku tak merasakan itu, saat aku membutuhkannya, saat aku menginginkan perhatiannya, saat aku menginginkan senyumnya, saat aku menginginkan dia ada didekatku, aku hanya bisa merangkul sms atau teleponnya saja.

    Apa aku menyesal?
    Tidak! Tentu tidak!!
    jika menyesal, aku tak mungkin mempertahankan hubungan tak mudah ini dengan susuh payah dengan segala kerikil penghalang. Jika menyesal aku tak akan menjaga kepercayaannya hingga hampir satu tahun aku jauh darinya. jika menyesal aku lebih memilih mundur daripada menjalani hubungan jarak jauh ini.

    Mengapa aku memilih untuk tetap melanjutkan hubunganku dengannya?
    karena aku banyak belajar. itu adalah jawaban utama dan pertama. jawaban singkat dan simpel namun penuh embel2 di ekornya. belajar sabar, belajar mandiri, belajar dewasa, belajar tidak egois, belajar memahami, belajar percaya, semuanya aku harus belajar. dan dari belajar belajar dan belajar inilah, aku bisa berkata (setelah tidak-tidak-tidak diatas), "hey, ini tak terlalu sulit!" :)

    Mengapa aku berani mengambil keputusan -yang kata guru biologiku sewaktu sma pacaran jarak jauh alias beda kota sulit untuk bertahan lama- ini?
    jawabannya simpel, tak seribet pertanyaan diatas, karena aku percaya. hanya itu? YA! karena aku percaya apa yang dia ceritakan, aku percaya apa yang dia katakan. bagaimana kalo dia berbohong? aku percaya dia bukan pembohong. :)

    so, diakhir tulisan aku harus berkata
    "aku tidak bilang pacaran jarak jauh itu mudah, tapi aku juga tidak bilang long distance relationship itu sulit."


    -key-

2 komentar:

  1. Abelibel mengatakan...

    Gapopo mb,,,pcrn jrk jauh yoo jauh dr dosa pcran,,,wkwkwkwkwkw

  2. key mengatakan...

    hahahahaha..
    iki malah ngomentari hubunganku, ora ngomentari tulisanku, xixixixi
    but, thankkyuuuu....

Posting Komentar