I'm not another

Foto saya
Putri pertama dari orang tua yang luar biasa, kakak dari adik lelaki yang amazing, sahabat dari orang-orang pilihan. Mencoba melukiskan isi hati dan pikiran dalam sebuah sapuan kuas penuh warna.

  • PISANG, SI MANIS PENDONOR ENERGI

    What pisang??
    Nggak keren deh!
    Idih, buah jadul ah...
    Jelek ah bentuknya!
    Atau komentar-komentar nggak enak lain saat buah sejuta umat ini disajikan.
    Itukah yang terbayang di benak kalian saat melihat sebuah, sesisir atau setandan pisang?
    Memang sih si kuning ini nggak secantik apel merah yang dimakan putri salju, nggak semahal anggur merah yang slalu memabukan diriku –kata almarhum Bang Meggi Z-, nggak juga sesegar buah semangka si pencuci mulut, dan nggak semenggoda si durian yang memabukkan semua orang berkat aromanya yang khas (pecinta durian diperbolehkan untuk mengandai-andai buah bundar berduri ini, xixixixi).

    Tapiiiii, jangan salah...
    Nggak banyak yang tau kalau buah kesayangan saudara tua kita -silahkan dipikir sendiri siapa saudara tua kita, hehehehehe- mempunyai kandungan gizi sangat amat baik, antara lain menyediakan energi cukup tinggi dibandingkan dengan buah-buahan lain. Pisang kaya mineral seperti kalium, magnesium, fosfor, besi, dan kalsium. Pisang juga mengandung vitamin, yaitu C, B kompleks, B6, dan serotonin yang aktif sebagai neurotransmitter dalam kelancaran fungsi otak.
    Nah lho?!?!
    Makanya jangan buru-buru mengambil kesipulan dari wajah luarnya aja, terbukti khan pada buah agak lembek ini? Meskipun nggak terlalu menarik tampilannya, pisang ternyata buah yang nggak main-main kandungan gizinya! Slahkan berubah pikiran untuk mulai mencintai dan menyayangi buah legit ini.

    Masih belum puas juga?!
    Masih menganggap si manis ini adalah buah yang nggak bagus?!
    Masih nggak mau mengkonsumsi buah kuning ini?!
    Hmmm… jangan nyesel ya kalau udah baca semua kandungan dan manfaat buah yang nggak begitu anggun ini!

    Do you know, Nilai energi pisang sekitar 136 kalori untuk setiap 100 gram, yang secara keseluruhan berasal dari karbohidrat. Nilai energi pisang dua kali lipat lebih tinggi daripada apel. Apel dengan berat sama (100 gram) hanya mengandung 54 kalori (Tuh kan dibilang juga apa, apel mah cuma cantik luarnya ajah! Maaf ya apel soalnya kita khan lagi memuji dan memperkenalkan kandungan si pisang, temen kamu. Besok-besok, gentian si cantik apel deh yang diuraikan [pssttt…biar si merah cantik ini nggak ngambek], xixixixixi). Karbohidrat pisang menyediakan energi sedikit lebih lambat dibandingkan dengan gula pasir dan sirup, tetapi lebih cepat dari nasi, biskuit, dan sejenis roti. Oleh sebab itu, banyak atlet saat jeda atau istirahat mengonsumsi pisang sebagai cadangan energi. andungan energi pisang merupakan energi instan, yang mudah tersedia dalam waktu singkat, sehingga bermanfaat dalam menyediakan kebutuhan kalori sesaat. Karbohidrat pisang merupakan karbohidrat kompleks tingkat sedang dan tersedia secara bertahap, sehingga dapat menyediakan energi dalam waktu tidak terlalu cepat. Karbohidrat pisang merupakan cadangan energi yang sangat baik digunakan dan dapat secara cepat tersedia bagi tubuh. ula pisang merupakan gula buah, yaitu terdiri dari fruktosa yang mempunyai indek glikemik lebih rendah dibandingkan dengan glukosa, sehingga cukup baik sebagai penyimpan energi karena sedikit lebih lambat dimetabolisme. Sehabis bekerja keras atau berpikir, selalu timbul rasa kantuk. Keadaan ini merupakan tanda-tanda otak kekurangan energi, sehingga aktivitas secara biologis juga menurun. ntuk melakukan aktivitasnya, otak memerlukan energi berupa glukosa. Glukosa darah sangat vital bagi otak untuk dapat berfungsi dengan baik, antara lain diekspresikan dalam kemampuan daya ingat. Glukosa tersebut terutama diperoleh dari sirkulasi darah otak karena glikogen sebagai cadangan glukosa sangat terbatas keberadaannya. Glukosa darah terutama didapat dari asupan makanan sumber karbohidrat. Pisang adalah alternatif terbaik untuk menyediakan energi di saat-saat istirahat atau jeda, pada waktu otak sangat membutuhkan energi yang cepat tersedia untuk aktivitas biologis.

    Wow!! Hebat banget ya buah rakyat ini?? Kandungannya banyak banget! Bikin kepala kita geleng-geleng saking takjubnya! Bayangin aja, buah yang biasanya diremehin, ternyata membuktikan bahwa dirinya adalah buah yang patut diperhitungkan! Gud job banana, I love ur spirit! I give 4 tumbs for you!
    Apa udah selesei??
    Eiittss, jangan salah! Si manis ini belum selesei menunjukan talentanya yang begitu memukau dan mempesona.
    Masih ada lagi dong berarti kandungan buah yang tak begitu jelita ini?
    Jelas ada! Banana, come here now! Show ur another ability!

    Pisang kaya mineral seperti kalium, magnesium, fosfor, kalsium, dan besi.
    Bila dibandingkan dengan jenis makanan nabati lain, mineral pisang, khususnya besi, hampir seluruhnya (100 persen) dapat diserap tubuh. Berdasarkan berat kering, kadar besi pisang mencapai 2 miligram per 100 gram dan seng 0,8 mg. Bandingkan dengan apel, yang hanya mengandung 0,2 mg besi dan 0,1 mg seng untuk berat 100 gram (maaf ya neng apel, lagi-lagi harus dibandingin sama kamu, next time gentian deh, jangan ngambek ya beauty!). Kandungan vitaminnya sangat tinggi, terutama provitamin A, yaitu betakaroten, sebesar 45 mg per 100 gram berat kering, sedangkan pada apel hanya 15 mg. Pisang juga mengandung vitamin B, yaitu tiamin, riboflavin, niasin, dan vitamin B6 (piridoxin). Kandungan vitamin B6 pisang cukup tinggi, yaitu sebesar 0,5 mg per 100 gram. Selain berfungsi sebagai koenzim untuk beberapa reaksi dalam metabolisme, vitamin B6 berperan dalam sintetis dan metabolisme protein, khususnya serotonin. Serotonin diyakini berperan aktif sebagai neurotransmiter dalam kelancaran fungsi otak. Vitamin B6 juga berperan dalam metabolisme energi yang berasal dari karbohidrat. Peran vitamin B6 ini jelas mendukung ketersediaan energi bagi otak untuk aktivitas sehari-hari.

    Gimana??
    Hebat khan si manis ini? Nggak nyangka deh, jelek jelek cabe rawit (peace banana, biar lebih menghayati, hehehehe). Tapi, yang namanya ciptaan Yang Diatas nggak ada yang sempurna, iya khan? No one is perfect in this world! So does the banana, meskipun dia punya sejuta kelebihan yang bermanfaat bagi kita, as a human, buah kuning ini juga punya kekurangan. Kandungan protein dan lemak pisang ternyata kurang bagus dan sangat rendah, yaitu hanya 2,3 persen dan 0,13 persen. Meski demikian, kandungan lemak dan protein pisang masih lebih tinggi dari apel, yang hanya 0,3 persen (Huaaaa, apel lagi apel lagi, moga moga si jelita ini nggak marahan sama si kuning yaah…). Karena itu, tidak perlu takut kegemukan walau mengonsumsi pisang dalam jumlah banyak, cocok buat camilan bagi temen-temen yang punya kapasitas badan diatas rata-rata, cocok buat diet dan jaga kelangsingan tubuh nih! Tapi tetep aja ya guys, sebaik apapun gizinya, yang namanya mengkonsumsi dalam jumlah berlebihan juga nggak baik.

    Well, nggak ragu lagi khan menyebut pisang sebagai buah hebat penyumbang manfaat dasyat? Nggak gengsi lagi khan menyajikan buah biasa ini diantara buah mewah yang lain? Nggak takut lagi khan buat menjadikan pisang sebagai makanan selingan?
    So, selalu siap sedia pisang dimeja makan, jaga-jaga kalau laper mendadak dan nggak ada apapun yang bias dimakan, si kuning langsat ini siap mengganjal perut dari keroncongan.
    Salam persahabatan dari pisang buat kalian semua, jangan malu lagi ya buat bersahabat sama si manis pendonor energi ini…

0 komentar:

Posting Komentar