I'm not another

Foto saya
Putri pertama dari orang tua yang luar biasa, kakak dari adik lelaki yang amazing, sahabat dari orang-orang pilihan. Mencoba melukiskan isi hati dan pikiran dalam sebuah sapuan kuas penuh warna.

  • pembelajaran hari ini

    Tulisan ini dimulai bahkan sebelum pegel pegel di kaki berkurang
    Udah gak sabar pengen nge post tulisan ini, jangan sampai ada memori yang terlewat

    Hari ini, soo amazing
    aku bertemu remaja remaja keren, seru seru an sama mereka, diskusi bareng mereka, dan yang pasti belajar banyaaaaaak banget dari mereka

    jadi, biro ku berkesempatan menjadi fasilitator remaja remaja keren itu
    intinya, menjadikan mereka lebih memahami hidup

    pertama kali yang terlintas dipikiran saat melihat 32 remaja itu adalah memori tentang adik kandungku yang tingkahnya sebelas duabelas dengan mereka
    Celotehan, pemberontakan, semua hal yang mereka lakukan jelas mengingatkanku pada jagoanku itu

    tenaga ekstra jelas harus aku kerahkan untuk menghadapi energi mereka yang memang cenderung aktif dan meletup letup
    Kesabaran juga tak kalah ekstra ketika berhadapan dengan mereka, menanggapi protes mereka, dan juga rayuan mereka

    awalnya sempet emosi dan sebel sih saat mereka susaaah banget diatur
    Untuk berdiri dari kursi aja harus dipaksa paksa

    Belum lagi susahnya ngajak mereka buat serius, semuanya dibawa bercanda
    kalau ada hal yang menurut mereka tidak sesuai, mereka tidak segan segan untuk mengemukakan keberatan
    Efeknya, satu orang harus dibawa ke rumah sakit gara2 jatuh sampai kesleo
    aduduuuh, riweeh banget pokoknya

    Tapi, saat sesi terakhir, saat mereka curhat, aku terkesiap

    tahukah kalian?
    mereka bukan hanya sekedar spesial karena dianggap sebagai biang onar
    tapi mereka sungguh sangat spesial

    berhentilah menyematkan label nakal di dahi mereka
    berhentilah memandang rendah mereka
    berhentilah menganggap mereka masalah

    sungguh, mereka tidak seperti itu

    mereka memang pernah berbuat kesalahan, sama halnya dengan kita, sama seperti sewajarnya manusia
    tapi berhentilah menilai mereka dari kesalahan kesalahan itu
    Jangan menjudge mereka secara subjektif

    Aku mengutip sedikit kalimat salah satu remaja keren itu
    "Berhentilah memandang kami secara subjektif, kami memang pernah berbuat salah, dan kami mengakui itu, tapi jangan terus terusan salahkan kami pada perbuatan yang tidak kami lakukan hanya karena kami pernah melakukan hal itu sebelumnya, kami tidak terima. Kami juga ingin menorehkan prestasi, jangan lukai kami dengan menghalangi itu dengan alasan kami hanya akan memalukan sekolah karena membuat onar. Jangan selalu anggap kami buruk."

    Demi apapun, rasanya panas banget mataku mendengar kalimat itu dari orang yangbenar benar slengekan selama aku mendampinginya

    jadi,aku mohon, atas nama remaja remaja keren itu
    berhentilah memberikan cap buruk pada mereka
    Mereka juga punya hati yang bisa terluka

0 komentar:

Posting Komentar