Udah gak sabar pengen nge post tulisan ini, jangan sampai ada memori yang terlewat
Hari ini, soo amazing
aku bertemu remaja remaja keren, seru seru an sama mereka, diskusi bareng mereka, dan yang pasti belajar banyaaaaaak banget dari mereka
jadi, biro ku berkesempatan menjadi fasilitator remaja remaja keren itu
intinya, menjadikan mereka lebih memahami hidup
pertama kali yang terlintas dipikiran saat melihat 32 remaja itu adalah memori tentang adik kandungku yang tingkahnya sebelas duabelas dengan mereka
Celotehan, pemberontakan, semua hal yang mereka lakukan jelas mengingatkanku pada jagoanku itu
tenaga ekstra jelas harus aku kerahkan untuk menghadapi energi mereka yang memang cenderung aktif dan meletup letup
Kesabaran juga tak kalah ekstra ketika berhadapan dengan mereka, menanggapi protes mereka, dan juga rayuan mereka
awalnya sempet emosi dan sebel sih saat mereka susaaah banget diatur
Untuk berdiri dari kursi aja harus dipaksa paksa
Belum lagi susahnya ngajak mereka buat serius, semuanya dibawa bercanda
kalau ada hal yang menurut mereka tidak sesuai, mereka tidak segan segan untuk mengemukakan keberatan
Efeknya, satu orang harus dibawa ke rumah sakit gara2 jatuh sampai kesleo
aduduuuh, riweeh banget pokoknya
Tapi, saat sesi terakhir, saat mereka curhat, aku terkesiap
tahukah kalian?
mereka bukan hanya sekedar spesial karena dianggap sebagai biang onar
tapi mereka sungguh sangat spesial
berhentilah menyematkan label nakal di dahi mereka
berhentilah memandang rendah mereka
berhentilah menganggap mereka masalah
sungguh, mereka tidak seperti itu
mereka memang pernah berbuat kesalahan, sama halnya dengan kita, sama seperti sewajarnya manusia
tapi berhentilah menilai mereka dari kesalahan kesalahan itu
Jangan menjudge mereka secara subjektif
Aku mengutip sedikit kalimat salah satu remaja keren itu
"Berhentilah memandang kami secara subjektif, kami memang pernah berbuat salah, dan kami mengakui itu, tapi jangan terus terusan salahkan kami pada perbuatan yang tidak kami lakukan hanya karena kami pernah melakukan hal itu sebelumnya, kami tidak terima. Kami juga ingin menorehkan prestasi, jangan lukai kami dengan menghalangi itu dengan alasan kami hanya akan memalukan sekolah karena membuat onar. Jangan selalu anggap kami buruk."
Demi apapun, rasanya panas banget mataku mendengar kalimat itu dari orang yangbenar benar slengekan selama aku mendampinginya
jadi,aku mohon, atas nama remaja remaja keren itu
berhentilah memberikan cap buruk pada mereka
Mereka juga punya hati yang bisa terluka

0 komentar: