*sebenernya, tulisan ini udah lama pengen aku posting, tapi entah kenapa ga jadi jadi*
Entah apa yang membuat 'membolos' bukan lagi hal yang menarik untukku.
well, aku pernah membolos (tentu saja). Saat-saat SMP dan SMA, masa-masa penuh pemberontakan (hehehe).
Mulai dari bolos jam pertama (karena telat), bolos jam jam selanjutnya (karena males), bolos karena bermasalah dengan guru, dan bolos bolos yang lain.
Tapiiiii, entah bagaimana asal muasalnya semenjak kuliah, aku (hampir) tidak pernah bolos.
Maybe, aku sudah mulai paham tentang kehidupan.
atau mungkin aku sudah beranjak dewasa, entahlaah. Banyak faktor yang membuat aku melupakan kebiasaan itu.
Aku tak tahu sejak kapan aku menyukai 'rumah'
Aku bukan tipe 'cewek rumahan'. Yap, dulu (masa-masa remajaku) lebih banyak kuhabiskan buat keluyuran tak jelas (walaupun aku tahu waktu).
Banyak waktu kuhabiskan dijalan, jenk jenk (jalan jalan) tidak jelas bareng teman-teman.
Dannn, sejak aku kuliah, aku lebih banyak menghabiskan waktu di rumah ketika pulang kampung.
Maybe, karena aku kangen rumah atau alasan lain yang susah untuk dijelaskan.
Jalan bareng temen tetep tidak berubah, hanya frekuensinya tidak sesering dulu
Sejak kapan aku mengerti tentang 'nilai baik dan buruk'?
Mana pernah aku peduli pada nilai 100 atau 50.
Sangat jauh berbeda, namun bagi ku (yang masih remaja) tak ada bedanya karena aku jarang mendapat nilai bagus.
Poin utamanya adalah, aku naik kelas dan lulus, selesai masalah.
Sejak aku kuliah, nilai penting untukku. 100 dan 50 jelas jauh berbeda, bahkan nilai A dan A- itu berbeda.
Aku sadar I have a dream, dan aku harus bisa mencapainya :)
Dan kini aku memikirkan banyak hal
Ketika SMP atau SMA aku tidak pernah mengikuti kelembagaan apapun, karena bagiku itu hanya membuang waktu. menyita waktu bersantai atau waktu keluyuranku.
Itu pemikiran lamaku.
Sekarang, aku tak mau menghabiskan waktu mudaku hanya 'sekedar' bersenang-senang.
Bersenang-senang itu penting, namun menjadi 'prokrastinasi' ketika dilakukan berlebihan
Keluyuran itu manusiawi, namun menjadi tidak wajar ketika terlalu diagungkan
Aku sangat berterimakasih, entah pada siapun, atau mungkin salah satunya pada diriku sendiri.
Banyak yang berubah, menjadi lebih lebih dan lebih baik dari sebelumnya.
Secara fisik, aku tetap sama.
Aku tak bertambah tinggi, tak bertambah gendut, bahkan wajahku tak bertambah dewasa.
Namum, mental dan jiwaku jelas berubah
Berubah untuk menjadi aku yang lebih baik, bukan aku yang baru
-key-

0 komentar: