'kata maaf yang terlalu sering terucap, tak diimbangi dengan perubahan, tanpa ada penyesalan, bahkan mengulangi kesalahan yang serupa adalah maaf yang paling murah harganya."
dan akulah penerima maaf murah itu.
kumaafkan dia, setelah mencubit hati
kumaafkan dia, setelah menampar hati
kumaafkan dia, setelah menusuk hati
haruskah kumaafkan dia setelah menebas hati yang bahkan belum sembuh dari kesakitan kesakitan sebelumnya?
luka ini belum kering benar kawan, dan kau kembali menumpahkan noda
luka ini belum menutup sempurna kawan, dan kau kembali menyayatnya
luka ini belum dijahit sepenuhnya kawan, dan kau kembali mengoyaknya
aku janji, untuk sekali ini aku akan memaafkanmu kembali.
aku akan melupakan semua masa lalu menyakitkan itu. aku tak akan mengungkitnya kembali ke permukaan.
tapi tolong, hargai hati ini kawan, berhentilah menyakitinya, berhentilah membuatnya menangis, berhentilah membuatnya tersiksa.
hati ini ada pemiliknya kawan, dia tidak cantik, dia tidak menarik, dan dia bukan siapa-siapa.
tapi pemilik hati ini manusia kawan, sama sepertimu.
aku janji, untuk sekali ini aku akan memaafkanmu kembali.
aku janji kawan, aku benar-benar berjanji.
tapi cukuplah kita saling mengenal, menyapa, tanpa ada hubungan yang lebih khusus.
maaf kawan, terlalu sulit untuk kembali seindah dulu, hati yang sudah berkali-kali koyak dan belum sembuh benar itu tak sanggup.
aku janji, untuk sekali ini aku akan memaafkanmu kembali.
untuk itu, hargai niat ku ini.
aku mohon, jangan lagi kau perlakukanku seperti dulu, itu menyakitkan.
tapi ingat kawan, janjiku ini adalah janji terakhir
jika kau melakukan kesalahan lagi, aku akan berkata lantang, berucap pada semuanya, berteriak dihadapan dunia
MAAFKU TELAH HABIS KAWAN, HARGA MAAFMU TIDAK LAGI MURAH, TAPI TAK ADA HARGANYA
-key-

0 komentar: